apa yang harus saya lakukan?

0 suara
ditanyakan 13 Mei 2012 dalam Keluarga & Hubungan oleh ayub_ans21 (4 poin)  
bagaimana menyikapi seorang ibu yg hampir 3x dalam sebulan selalu meminta uang jika ga dikasih selalu memaki dan mendoakan anaknya yg jelek padahal aku ga pernah sekalipun telat mengirimkan dana untuk beliau.
ditambah saat aku ajukan diri utk menikah beliau semakin menjadi - jadi dalam meminta uang dengan alasan untuk membayar hutang yg menurutku harusnya sudah lunas, parahnya lagi tiap aku katakan aku bisanya segitu selalu saja makian yg aku dapatkan, padahal aku ini anak kandungnya, yang aku heran hutang itu ga pernah habis selalu saja bertambah, sering aku menasehati agar bijak menggunakan uang, namun yg aku terima hanya cacian dan makian terlebih saat aku akan menikah sekarang ini.
selalu saja hutang itu aku penyebabnya, demikian kata beliau padahal aku selalu mengirimkan dana untuk dapat membantu namun ternyata beliau ga pernah merasa aku membantu, dan menganggap uangku habis dimakan calon istriku.
hampir tiap hari aku coba hubungi ibuku namun selalu saja jawabannya hanyalah makian, aku adukan hal ini kepada bapakku namun percuma beliau juga kalah dengan ibu.
hari pernikahanku tinggal beberapa bulan lagi, aku hanya menanyakan persiapannya namun dijawab dengan sumpah serapah yg mendoakan aku ga selamat dan telah menganggap aku selalu menyakiti hatinya.
aku bingung apa yg harus aku lakukan saat ini agar ibuku bisa mengerti kondisiku, yg aku inginkan menikah besok semua dana akan aku tanggung, namun beliau selalu merasa paling rugi, aku juga sudah ga bisa menunda pernikahan ini keduakalinya gara" permintaan ibuku itu.
parahnya lagi beliau lebih mementingkan harta dari pada keluarganya, pernah aku sakit sampai harus di opname, namun jawaban beliau lagi-lagi UANG nya kapan dikirim, ga sekalipun beliau menanyakan kesehatanku, beliau juga ga tahu kalau aku di vonis terkena leukimia.
aku hanya bisa berdoa semoga ibuku dapat di beri pintu hidayah oleh-Nya, aku hanya ingin dalam pernikahanku esok beliau bisa hadir, meski nanti tetap beliau ga hadir mungkin aku hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yg ada, lagi pula beliau telah tidak menganggapku sebagai anak hanya gara' uang yg aku krimkan hanya sekali dalam sebulan.
ya mungkin ini sudah menjadi jalan hidupku yg harus aku terima, ga dianggap lagi sebagai anak, mungkin saat nanti aku mati pun ga ada yg akan peduli dari keluargaku.
saat ini aku hanya bisa pasrah segalanya telah ku coba utk meluluhkan hati ibuku, namun aku gagal, bagaimana pun juga aku tetap menyayangi beliau meski aku sudah ga dianggap anaknya lagi, aku hanya ingin beliau bisa lebih bersyukur dengan apa yg telah Tuhan berikan.
apa yg harus aku lakukan dalam hal ini, haruskah aku membatalkan pernikahanku utk mengikuti permintaan ibuku ataukah aku tetap di jalanku hingga waktu yg akan menjawabnya???
di satu sisi aku merasa ga di perhatikan lagi, aku sakit pun beliau masih tega menanyakan uang bukannya kabar, sisi lain aku masih ingin keluargaku seperti yg lainnya yg hangat serta akrab bukan pecah seperti ini.
   

Harap masuk atau mendaftar untuk menjawab pertanyaan ini.

1 Jawaban

0 suara
dijawab 13 Mei 2012 oleh d-ong (32 poin)  
kisahmu tdk jauh beda dgnku
cm bedanya aku dr lahir diasuh nenekku karena ibu kandungku pergi ninggalin aku gak tahu kemana rimbanya entah msh hidup or gmn gw g penah tahu and g pernah ngasih kabar keaku

nenekku dan bibiku jg seperti itu uang dan uang
sehingga sesak tiap kali aku merasakan kangen pada mreka karena ujungnya pasti uang bkn tanya kabar atau perbincangan yg mengenakan telinga

tiap call pasti jk aku g kirim uang kata2 kasar bahkan makian dan kata yg sering kudapat adalah
dr kecil kamu aku besarkan mentang2 sudah besar bs cr uang sendiri beani sama orgtua balas jasa aja blm
kata seperti itu yg selalu aku dapat
padahal tiap kali aku tlp jg aku berusaha berkata dgn candaan bkn dgn kata lawanan
aku brusaha menahan diri utk tdk emosi

walau sakit hati aku menangispun tdk akan menolongku utk tdk mencegah perkataan nenek dan bibiku utk tdk membentak dan memakiku

tp sudahlah ambil lg hikmahnya bagaimanapun mereka atau ibumu besikap seperti itu
mencoba berlapang dada yg penting kita tdk penah melawan atau membiakan mereka

walau sakit hati aku tetep berusaha tdk byk omong walau aku merindukan mreka hanya jk pas kirim uang saja aku call lain itu tdk padahal kadang aku ingin berbicara tentang apa yg ada dlm hidupku selama jauh dr mreka bekerja dinegara org
tp tdk ada pilihan dan inilah faktanya

semoga kamu tabah kuat
apapun yg tejadi sayangilah ibumu
bagaimanapun ibumu adalah org yg terbaik dlm hidupmu

lihatlah aku yg ingin menaruh kepala dipangkuan seorg ibu saja sdh tdk bs lagi dalam mimpipun blm tentu bs bertemu dgn ibuku
goodluck friend

Pertanyaan terkait

0 suara
5 jawaban
ditanyakan 16 Agu 2012 dalam Keluarga & Hubungan oleh Dandy (24 poin)  
0 suara
1 jawaban
0 suara
9 jawaban
ditanyakan 17 Jul 2012 dalam Keluarga & Hubungan oleh Juju (6 poin)  
0 suara
8 jawaban
ditanyakan 14 Agu 2012 dalam Keluarga & Hubungan oleh Rahma AzZahra (2 poin)  
Selamat datang di Gimana.in, Ajukan Pertanyaan dan biasanya terjawab dalam beberapa menit..
Pengguna Teraktif
bulan ini:
    Gute Mathe-Fragen - Bestes Mathe-Forum

    24,581 pertanyaan

    40,387 jawaban

    17 komentar

    19,680 pengguna

    ...