Apa akibat poligami Abrahim maka kita eyel-eyelan?

0 suara
ditanyakan 5 Jan 2013 dalam Masyarakat & Budaya oleh Maren Kitatau (18 poin)  
Nyambungi yg ini:
http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AiulfOucJN4gSL3Z38LsBjnYjX1G;_ylv=3?qid=20130105060104AARvmuS
Itu rekaanku pd polemik poligami.

Begitulah keknya ringkasnya titik temu kita bila kisah itu dibetot  ke abad modern ini secara awam! Abraham telah mengalami bagaimana sulitnya hidup dgn iman. Ia sering berhadapan dgn buah simalakama,   terlebih lagi saat uji nyali pengorbanan anaknya yg sulit kubetot pilingnya ke abad modern ini, ketika Allah memintanya meniru-niru ritual suku-suku bangsa di kampung sekitarnya melakukan korban persembahan berupa manusai, bahkan harus anak kandungnya sendiri. Tak masuk akal, Allah cinta kehidupan koq seperti allah berhala tetangga sebelah!, Pikirnya begitu, tentu!

 Abraham terasa sulit melihat rencana Allah padanya, sehingga melalui kehendak bebasnya sebagai manusia, ia terpaksa melakukan trial and error dalam hidupnya. Kadang percobaan hidup itu dipaksakan atau dicocok-cocokkan agar mirip atau bersesuaian dgn rancangan Allah dan ternyata tak selalu mulus. Kadang ia harus menyerahkan keputusan kepada istrinya. Hidup beriman itu bukanlah hidup serba mudah dan bukan hitam putih seperti asumsi kebanyakan kita di forum YA ini  Hidup beriman itu adalah suatu perjuangan hidup dgn kepastian yg kabur tak terjangkau jiwa, logika, akal, pikiran dll. Rancangan kita manusia sangat beda jauh dgn rancangan Allah, bagai bumi dan langit lah. Seandainya kehidupan yg lalu bisa diedit utk kebersamaan kita kini, maka perlu kita sarankan agar Abraham tidak berpoligami. Itu ajah saranku!

Atau begini, siapa pun dari kita yg masuk Surga kelak, perlu tanya pd Abrahim: “Mengapa engkau berpoligami?” Soalnya, tadi yg kubilang, setelah sunat Abraham tokcer lagi dan ternyata mungkin benar, ia masih mampu menghamili Ketura, suatu keberanian yg nakal, karena trial and error ini dilakukan setelah Sarah, polisi rumah    tangga itu mati!

Kurasa, hal-hal inilah yg membuat kita tulalit hingga kini, yg juga mungkin diperlukan untuk geliat kita pada kehidupan sehingga perlu dan dan harus belajar utk tabah mendengar, tabah menanti, tabah memahami rancangan Allah yang tak terduga kepada kita. Tabah, dengan selalu lebih fokus pada hidup-damai dari pada hidup ngedumel!

    Jadi:
    Mengapa pula kita harus kadang bunu-bunuan rebutan warisan batu,
    Mengapa pula kita harus kadang bunu-bunuan rebutan nomor satu,
    Mengapa pula kita harus kadang bunu-bunuan untuk masuk Surga,
    Sementara kita bisa percaya, ada banyak mereka yang kuno bisa masuk
    Surga,
    Tanpa TAU Alkitab,
    Tanpa TAU Quran,
    Hanya TAU hidup-damai demi kasih.
    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
    Sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
    Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
    Melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Perhatikan pilingku ini:
    Bangsa-bangsa yang mencintai Ismail sangat sering menakali
    bangsa-bangsa yang mencintai Ishak. Dan atau yang sebelumnya:
    Bangsa-bangsa yg mencintai Abraham sangat beda berkat karunianya
    dibandingkan dengan bangsa-bangsa yg mencintai Ibrahim.
    Kita pratiin aja deh!


    Pilingku, nih:
    Ishak dan Ismail akan tetep duel eyel-eyelan,
    Ba’ perempuan ta’ ada kerjaan,
    Selain hamil-hamilan di kemah itu.
    Cerewet adu rahmat,
    Cerewet adu berkat,
    Cerewet adu selamat,
    Dulu-kini hingga kiamat!

    Kita sadar akan dampak hidup Abraham dgn trial and error,
    Yang kini telah banyak “error” menelorkan “terror”.
    Tentu Abraham sadar, seperti kita pun harus,
    Bahwa hanya Tuhan yg menyelamatkan.
    Abrahim telah geleng kepala, bahkan terhadap Sarah dan Hagar,
    Tapi koq, masih ada aja yg coba-coba poligami, yah?

    Bagaimana mungkin kita bisa mampu dibebani hidup-damai yg lain,
    yaitu damai dgn Istri pertama dan anak-anaknya,
    damai dgn istri ke dua dan anak-anaknya,
    damai dgn istri ke tiga dan anak-anaknya, dst,
    yg keseluruhannya belum bisa berdamai dgn diri mereka sendiri dan
    bagaimana lagi berdamai atara diri rombongan dgn rombongan pertama,
    kedua, dst.

    Begitu rumit damai itu jadinya,
    tak mungkin adil tok gantinya,
    kecuali menaungi syahwat semata.

    Ah! Kebangetan, jika uratnya ******* terus,
    Tak mau letoy seletoy Abraham mikir damai.

    Kurasa, kita perlu melamun beberapa jenak,
    Apakah karena goblok makanya aku banyak dosa,
    Atau memang karena dosa makanya aku banyak goblok?

    Ketahuilah, hanya Tuhan yg dapat melepas belenggu dosa,
    Bukan amal soleh adil sentosa, upaya manusia semata.

    Dan, begitulah kasihNya,
    maka Dia turun ke bumi
    menjadi Anak Manusia
    menyelamatkan kita

    Lebih baiklah soleh karena kita selamat,
    Dari pada soleh agar kita selamat.

    *Soleh karna selamat beda gede dengan soleh agar selamat!*
   

Harap masuk atau mendaftar untuk menjawab pertanyaan ini.

5 Jawaban

0 suara
dijawab 5 Jan 2013 oleh Nucky (36 poin)  
kalimat anak tunggal Allah itu bukan yesus. Tapi rosulullah.
Aku jelaskan.
Bapa = Allah.
Anak Allah = Nabi.
Anak tunggal Allah = rosulullah.
Anak manusia = keturunan adam.
Atas nama bapa,anak,dan roh kudus.
Jgn kau samakan dgn 1 oknum.
Artinya itu anda disuruh beriman pada Allah,nabi,dan malaikat. Jelaslah ketiga itu tidak sama.
Opo tumon@ anda tak boleh iri hati.
0 suara
dijawab 5 Jan 2013 oleh Kecot jadi peringata (6 poin)  
Apa anda ngga mikirin

" ada sesuatu terhadap diri wanita " yang harus di uji dengan "dibolehkannya hukum Poligami"

anda cuma mikir dengan "perasaan" " Adil" " Damai" yang anda pikirkan cuma kehidupan didunia...

padahal suami istripun belum tentu bersanding dengan  di surga kelak ......

masing-masing diberi bidadari baik bagi istrinya maupun suaminya

" raga ini cuma casing yang mungkin kita akan diberi casing, sedangkan roh kita tidak berjenis kelamin "
0 suara
dijawab 5 Jan 2013 oleh Acang A (8 poin)  
TAPI DI AL QURAN :
QS.23:5-6 , TIDAK MENJAGA KEMALUAN KEPADA BUDAK , TIDAK TERCELA.
INI YANG MENYEBABKAN BANYAK TKW DIZINAHI DI ARAB , TANPA ADA HUKUMANNYA.
TKW MELAPOR , MALAH TKW YANG DIHUKUM.
MENGAPA AYAT INI SAMPAI ADA ????
KARENA YANG BUAT AYAT INI SUKA MAIN SAMA BUDAK !!!!

=========================================================

DI ALKITAB , ANDA BACA SATU PERIKOP , YANG BERBUAT PORNO PASTI DIHUKUM !!!


AL QURAN MENGAJARKAN PORNO (QS.23:5-6).

AL QURAN MENGAJARKAN KEKERASAN (QS.9:5 & 29).

AL QURAN MENGAJARKAN TEROR (QS.8:60).

UMAT KRISTEN YANG BERBUAT PORNO atau KEKERASAN UMUM KEPADA  AGAMA LAIN  atau  TEROR  adalah  NAFSU DAN KESALAHAN MANUSIA ITU SENDIRI , ALKITAB TIDAK MENGAJARKAN DEMIKIAN.
0 suara
dijawab 5 Jan 2013 oleh Opo tumon (6 poin)  
Yah mau gimana lagi dong.... sudah fitrahnya sih....

Kejadian 16 :12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
0 suara
dijawab 5 Jan 2013 oleh Kadet Manuah (12 poin)  
Banyak orang tidak bisa mengasihi...KARENA TIDAK PERNAH MERASA DIKASIHI.

Ini FAKTA !!!

KASIHILAH MEREKA (minimal dalam postingan n jawaban)...
Dan berdoalah bagi mereka...

Kasih Kristus MEMAMPUKAN kita semua.

Amin.
Selamat datang di Gimana.in, Ajukan Pertanyaan dan biasanya terjawab dalam beberapa menit..
Pengguna Teraktif
bulan ini:
    Gute Mathe-Fragen - Bestes Mathe-Forum

    24,581 pertanyaan

    40,387 jawaban

    17 komentar

    19,686 pengguna

    ...