apa arti dari esensi ?

0 suara
ditanyakan 25 Nov 2011 dalam Politik & Pemerintahan oleh Wirna (8 poin)  

   

Harap masuk atau mendaftar untuk menjawab pertanyaan ini.

3 Jawaban

0 suara
dijawab 26 Nov 2011 oleh anonim  
Esensi ataw resensi. klw resensi z taw, Esensi tidak .
0 suara
dijawab 26 Nov 2011 oleh Rafly (8 poin)  
Esensi yang berasal
dari katan essence
yang menurut
kamus Longman
berarti the most
basic and important quality of
something,
merupakan kata
yang ramai-ramai
dilupakan dalam
berbagai ranah kehidupan di tanah
air tercinta ini.
Akibatnya kita
mencurahkan
banyak tenaga,
pikiran, biaya dan sumber daya
lainnya untuk hal-
hal yang kurang
penting atau
mengurus kulit-kulit
suatu permasalahan tanpa sama sekali
menyentuh apalagi
menyelesaikan inti
dari permasalahan
itu sendiri. Dalam
berdemokrasi, kita
sudah kehilangan
esensi
berdemokrasi dari
mewujudkan kedaulatan rakyat
menjadi
mewujudkan
keinginan para elit
bermodal besar
untuk tampil dalam panggung politik
dan kekuasaan di
negeri ini.
Munculnya empat
puluhan partai
peserta pemilu, sebenarnya tidak
menggambarkan
gairah dan euforia
rakyat untuk
berdemokrasi,
tetapi itu lebih didorong keinginan
para politisi
bermodal untuk
memenuhi
hasratnya untuk
kembali berkuasa. Ongkos sosial dan
finansial yang
dikeluarkan untuk
mengelola partai-
partai ini tentu
sangat besar, apalagi tanpa
dibarengi adanya
jaminan bahwa
partai-partai itu
akan memberikan
manfaat bagi bangsa dan negara
ini. Dibidang hukum,
khususnya dalam
kasus jaksa Urip dan
Artalyta serta BLBI,
betapa kita dengan
mudah melihat para penegak hukum
berperilaku seolah-
olah melupakan
esensi hukum itu,
walaupun kita
yakin mereka tidak bisa membohongi
nurani mereka
dalam memahami
esensi hukum itu,
tetapi mereka
secara sengaja telah mengabaikannya.
Boleh dikatakan
melupakan esensi
ini dengan sengaja
paling banyak
dipertontonkan oleh para penegak
hukum (polisi, jaksa
dan pengacara) di
negara ini. Di bidang bisnis
mengabaikan esensi
ini dapat dilakukan
dengan window
dressing, dengan
memberi kesan seolah kinerja tetap
bagus dengan
merekayasa laporan
keuangan atau
membagikan jasa
produksi walau kinerja sudah turun.
Di Wall Street kita
menyaksikan orang
melakukan demo
untuk memprotes
para anggota direksi perusahaan
yang sangat rakus
meraup bonus
perusahaan, dimana
kerakusan eksekutif
ini ditenggarai sebagai faktor yang
menyumbang
memburuknya krisis
finansial saat ini. Dalam hajat pesta
demokrasi tahun
depan, kita akan
melihat para
peserta pesta akan
menarik perhatian kita dengan politik
pencitraan yang
berbiaya miliaran
rupiah, dan senyum
mereka, vokal
mereka dan apa yang diucapkan
mereka adalah hasil
kerja suatu tim
yang dibayar untuk
memanipulasi
persepsi para penonton yang
mereka anggap
adalah orang-orang
bodoh yang mudah
ditipu. Dalam bidang olah
raga, dalam ajang
PON berbagai
propinsi hanya ingin
memperbaiki
peringkatnya, tetapi melupakan esensi
berupa kewajiban
membangun budaya
sportivitas di
daerahnya masing-
masing. Akibatnya ada beberapa
propinsi yang
berhasil
meningkatkan
peringkatnya di
PON, tetapi dengan jalan mengimpor
atlit secara
berlebihan dari
propinsi lainnya. Akibat Melupakan Esensi Esensi adalah
substansi yang
paling mendasar
dari suatu isu. Maka
tanpa
menyelesaikannya apalagi tidak
menyentuhnya,
tidak akan ada
penyelesaian
apalagi kemajuan.
Klaim bahwa sebuah
pemerintahan atau
sebuah korporasi
telah mengalami
suatu kemajuan
tanpa menyentuh isu-isu yang
esensial di dalam
suatu negara atau
organisasi adalah
sebuah pernyataan
yang cenderung menipu dan
membohongi
masyarakat, dan itu
akan
mengakibatkan
hilangnya kepercayaan rakyat
terhadap institusi
negara atau
perusahaan. Melupakan esensi
juga akan
mengakibatkan
biaya sosial dan
ekonomi yang
tinggi, karena sebagian besar
sumber daya  dan
dana dicurahkan
untuk mengurusi
dan merapikan
“bungkus” suatu persoalan tanpa
menyentuh
persoalan itu sama
sekali. Bungkus itu
dapat berupa
kegiatan-kegiatan seremonial,
pencanangan,
perayaan,
kunjungan pejabat
ke LN dan daerah,
dan kegiatan- kegiatan yang berisi
kepalsuan lainnya. Dan akibat ultimat
dari melupakan
esensi adalah kita
tidak pernah
bergerak maju,
hanya kelihatan seolah-olah telah
maju, dan jika
kemasannya sudah
dibuka, akan
terlihat bahwa
tidak ada perubahan apa-apa.
Atau kita hanya
seperti seorang
miskin yang
meminjam pakaian
dan perhiasan bagus untuk menghadiri
pesta, sepulang dari
pesta dia akan
semakin miskin lagi
karena harus
membayar sewa dari semua yang dia
kenakan. Agar bangsa ini
dapat maju, maka
para pemimpin dan
elit politik harus
menyelesaikan hal-
hal yang esensial. Untuk dapat
menyelesaikan hal-
hal yang esensial
dibutuhkan
kemampuan
membedakan mana yang esensial dan
yang tidak, dan itu
adalah esensi dari
kepemimpinan itu
sendiri. Kemampuan
membedakan itu tidak tergantung
kepada kemampuan
intelektual, tetapi
lebih kepada
ketajaman insting
yang dibentuk oleh nurani yang murni. Namun sayangnya
ketajaman nurani
inilah yang semakin
terkikis dari para
elit dan pemimpin
negeri ini, akhirnya hidup kita hanya
bergerak dari suatu
kebigungan ke
kebingungan yang
lain. D
0 suara
dijawab 26 Nov 2011 oleh Fajar Selalu (20 poin)  
Hakikat atau hal yang penting dan terpenting.

Pertanyaan terkait

0 suara
9 jawaban
ditanyakan 5 Feb 2015 dalam Politik & Pemerintahan oleh ima m (12 poin)  
0 suara
0 jawaban
Selamat datang di Gimana.in, Ajukan Pertanyaan dan biasanya terjawab dalam beberapa menit..
Pengguna Teraktif
bulan ini:
    Gute Mathe-Fragen - Bestes Mathe-Forum

    24,581 pertanyaan

    40,387 jawaban

    17 komentar

    19,680 pengguna

    ...