Apakah Partai Demokrat akan tertarik untuk mengulangi petualangan Golkar pada masa lalu?

0 suara
ditanyakan 15 Jul 2009 dalam Politik & Pemerintahan oleh Jampang (8 poin)  
Golkar pada masa jayanya begitu dominan, sampe-sampe memfusikan multi partai menjadi hanya 3 saja pada dekade 70-an.

Akankah langkah ini diikuti Partai Demokrat, mengingat begitu nyamannya kursi kekuasaan di Republik ini ?
   

Harap masuk atau mendaftar untuk menjawab pertanyaan ini.

6 Jawaban

0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh HR (8 poin)  
godaan manusia terdiri dari:
1.harta
2.wanita
3.kekuasaan
siapapun orangnya yg pernah merasakan yg namanya BERKUASA pasti dehh KETAGIHAN apalagi di INDONESIA ini.....
klo berkuasa nggak enak pasti nggak ada yg mau mencalonkan jd capres dan partainya gak sebanyak ini.BETULLLLL !!!!!!
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Jawohl (56 poin)  
ga bakalan bisa karna pemimpin2 sekarang ga ada yg sekuat/sekarisma cing ato(alm) dulu yg bisa nganggep kalo indon itu milik dia dan keluarganya.

pd/sby ga akan bisa mempusiken banyak parpol itu jadi hanya beberapa parpol aja, ga bakalan bisa.

yg ada cuma parpol2 yg ga lolos threshold akan mundur sendiri karna ga ada masa atawa bikin parpol lagi bagi yg bener2 oportunis sejati
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Agus P (44 poin)  
untuk itu diperlukan oposisi yang solid, hanya di negara kita oposisi itu  masih dipandang kurang bagus.
harapan PDIP,Gerindra,Golkar dan Hanura menjadi oposisi yang solid , supaya ada koreksi dan tekanan  terhadap pemerintah
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Satria (106 poin)  
Bro...
Menurutku kondisi sekarang sudah berbeda dengan jaman orde baru
Kalaupun terjadi, saya percaya itu bukan hanya keinginan partai Demokrat saja tapi kehendak seluruh komponen masyarakat Indonesia.
Seiring proses kedewasan berdemokrasi suatu negara tentu akan berharap untuk menyederhanakan perbedaan yang ada sebab banyaknya perbedaan tidak banyak memberi manfaat justru malah sebaliknya.
Faktanya Negara2 yang sudah matang dalam berdemokrasi bahkan hanya memiliki 2 partai saja,
0 suara
dijawab 18 Jul 2009 oleh dEEptHiNKer! (42 poin)  
Rasa percaya diri SBY yang kembali terpilih dalam pemilihan umum presiden (pilpres) 2009 untuk periode pemerintahan mendatang, periode 2009-2014, diyakini semakin tinggi apalagi posisinya terhadap legislatif juga terbilang menguat setelah partai politik (parpol) pendukungnya, Partai Demokrat, termasuk parpol dengan jumlah perolehan kursi besar. Kondisi seperti itu dikhawatirkan dapat berdampak buruk menciptakan sebuah pemerintahan baru yang otoriter lantaran tingkat kepercayaan diri berlebihan setelah merasa mendapat mandat absolut rakyat, yang mayoritas memilihnya dalam pilpres 8 Juli 2009. Untuk bisa mengimbangi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terciptanya pemerintahan otoriter, sebaiknya dua partai politik besar (PDIP dan Partai Golkar) untuk bersama-sama menetapkan dan memosisikan diri sebagai pihak oposisi. Dalam pemerintahan periode lalu kan ada itu yang namanya mekanisme check and balances, baik di pemerintahan dengan keberadaan sosok Wakil Presiden yang berani mengatakan tidak, maupun juga dalam hubungan antara eksekutif dan legislatif. Jadi sekali lagi, untuk menghindari kemungkinan terburuk tadi kedua parpol besar itu harus menetapkan diri untuk tidak bergabung. Akan tetapi gw yakin hal itu sangat sulit dilakukan apalagi Partai Golkar tidak siap untuk menjadi oposisi yang loyal sebagai penyeimbang setidaknya di parlemen. Dengan konsolidasi kekuatan seperti itu kita berharap PDIP dan Partai Golkar mampu mencegah kemungkinan terjadinya pemerintahan baru yang otoriter atau bahkan bentuk kediktatoran baru.
0 suara
dijawab 19 Jul 2009 oleh tomynight (152 poin)  
melihat kondisi indonesia sekarang ini dimana demokrasi yang kebeblasan / tidak sesuai dengan prakteknya, sepertinya hal itu sulit untuk terealisasi....

karena saat ini siapapun dapat membentuk dan mendirikan suatu partai asalkan semua syarat terpenuhi, sehingga kedepannya mungkin partai2 akan bertambah banyak, dan kekuasaan semakin terlihat kontras untuk diperebutkan

ditambah lagi bagi partai2 yang kalah suara / minoritas masih bisa mengambil keuntungan dari partai2 yang dominan, yaitu dengan cara melakukan koalisi, diharapkan dengan melakukan hal tersebut partai2 kecil dapat direkrut untuk memerankan pemerintahan oleh partai yang menang dalam pemilu

Pertanyaan terkait

0 suara
6 jawaban
0 suara
0 jawaban
ditanyakan 15 Nov 2015 dalam Ilmu Sosial oleh ~Hm hm hm~ (4 poin)  
0 suara
2 jawaban
Selamat datang di Gimana.in, Ajukan Pertanyaan dan biasanya terjawab dalam beberapa menit..
Pengguna Teraktif
bulan ini:
    Gute Mathe-Fragen - Bestes Mathe-Forum

    24,581 pertanyaan

    40,387 jawaban

    17 komentar

    19,680 pengguna

    ...