Apakah hal ini pertanda kemunculan era partai tunggal?

0 suara
ditanyakan 15 Jul 2009 dalam Politik & Pemerintahan oleh Jampang (8 poin)  
Link-nya ...

http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/16/081514/1165907/700/pdip-dinilai-ragu-lanjutkan-peran-sebagai-oposisi

Dengan merapatnya semua partai akibat dominasi Partai Demokrat di dua pemilihan lalu ... membuat PDI-P menjadi limbung dan memposisikan dirinya menjadi peragu untuk melangkah sendirian sebagai oposisi ...

(takut ga kebagian kue kekuasaankah?)
@teguh ... realitas pemilu membuktikan, harapan kau itu akan semakin pupus ... dengan dominasi Partai Demokrat dan SBY nya ...
@wcw ... betul sekali analisis kau. Beberapa kelompok oportunis memang terus membuat partai-partai baru, tapi akan percuma kalo partai dominan membuat manuver dari sini ke depan - mirip dengan apa yang dilakukan Golkar pada era jaya nya ... kita lihat, apakah Partai Demokrat cukup genius untuk tidak terjebak pengalaman Golkar tersebut.
   

Harap masuk atau mendaftar untuk menjawab pertanyaan ini.

6 Jawaban

0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Teguh (144 poin)  
saya harap tidak terjadi  partai tunggal...
yang perlu di perbaiki adalah sistem tentang kepartaian di indonesia yang tidak memberikan peluang bagi partai oposisi untuk menunjukkan eksistensinya
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Jawohl (56 poin)  
kamu salah dan si teguh ada benernya dong, partai tunggal itu adalah partai yg hasil pusi/leburan dari banyak partai, seperti ppp dulu adalah hasil pusi dari banyak partai islam.

kalo pd sekarang dominan blom bisa dikataken tanda2 munculnya era partai tunggal, soal banyak partai ngekor ke pd karna mereka semua oportunis ingin kebagian kue jatah di kabinet.

soal pdip, partai ini akan terus terpaksa jadi partai oposisi karna kalo ikut ngekor ke pd akan diketawaken banyak orang dan mega harus pake topeng mungkin biar ga malu/kehilangan muka
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Agus P (44 poin)  
semoga  kekuasaan partai tunggal tidak lagi terjadi di Indonesia.
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh Satria (106 poin)  
Bro....
Oposisi yang dilakukan PDIP dibawah kepemimpinan Megawati sendiri tidak memberikan proses pembelajaran yang baik dalam iklim politik di negara kita.
Oposisi yg dilakukan PDIP lebih menempatkan diri sebagai "musuh bebuyutan pemerintah" atas dasar kepentingan pribadi bukan menempatkan pada posisi yang sebenarnya dengan memberikan kritisi tajam disertai solusi nyata yang konstruktif dalam konsep oposisi.
Megawati "tidak mampu" menempatkan oposisi pada posisi yang terhormat sehingga oleh banyak kalangan Megawati justru dianggap sebagai "kartu mati" dan tidak mendapat respon yang baik dari rakyat.
Berangkat dari sinilah kemudian persepsi yang anda sampaikan mulai bermunculan.
Partai tunggal bisa berjalan dengan baik bilamana DPR dapat menjalankan fungsinya sesuai kapasitasnya sekaligus sebagai kontrol pemerintahan secara profesional, tetapi melihat kondisi kedewasaan berpolitik kita saat ini apakah itu mungkin? Hmmm......
Secara pribadi untuk saat ini saya lebih suka ada oposisi dengan catatan oposisi yang mampu menempatkan diri dalam posisi yang terhormat.
Oposisi yang terhormat membutuhkan SDM yang cerdas dan wawasan kebangsaan yang nyata bukan "omong doang" he..he.....

--- salam damai ----
0 suara
dijawab 15 Jul 2009 oleh kaiser (16 poin)  
uda jelas banget...politik kita ini ud ga dewasa banget...
semua pihak pragmatis......asal dapat kekuasaan...masa bodoh dgn ideologi..oposisi atw koalisi...liat aj yg awalnya mereka bentuk koalisi2 besar dulu, akhirnya merapat kembali ke pihak yg kayaknya bakal menang...ikutan minta jatah tentunya...
terus bagaimana kepentingan rakyat?
-lupakan aja-
mereka ga akan pernah memikirkannya....
0 suara
dijawab 18 Jul 2009 oleh dEEptHiNKer! (42 poin)  
Rasa percaya diri SBY yang kembali terpilih dalam pemilihan umum presiden (pilpres) 2009 untuk periode pemerintahan mendatang, periode 2009-2014, diyakini semakin tinggi apalagi posisinya terhadap legislatif juga terbilang menguat setelah partai politik (parpol) pendukungnya, Partai Demokrat, termasuk parpol dengan jumlah perolehan kursi besar. Kondisi seperti itu dikhawatirkan dapat berdampak buruk menciptakan sebuah pemerintahan baru yang otoriter lantaran tingkat kepercayaan diri berlebihan setelah merasa mendapat mandat absolut rakyat, yang mayoritas memilihnya dalam pilpres 8 Juli 2009. Untuk bisa mengimbangi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terciptanya pemerintahan otoriter, sebaiknya dua partai politik besar (PDIP dan Partai Golkar) untuk bersama-sama menetapkan dan memosisikan diri sebagai pihak oposisi. Dalam pemerintahan periode lalu kan ada itu yang namanya mekanisme check and balances, baik di pemerintahan dengan keberadaan sosok Wakil Presiden yang berani mengatakan tidak, maupun juga dalam hubungan antara eksekutif dan legislatif. Jadi sekali lagi, untuk menghindari kemungkinan terburuk tadi kedua parpol besar itu harus menetapkan diri untuk tidak bergabung. Akan tetapi gw yakin hal itu sangat sulit dilakukan apalagi Partai Golkar tidak siap untuk menjadi oposisi yang loyal sebagai penyeimbang setidaknya di parlemen. Dengan konsolidasi kekuatan seperti itu kita berharap PDIP dan Partai Golkar mampu mencegah kemungkinan terjadinya pemerintahan baru yang otoriter atau bahkan bentuk kediktatoran baru.
Selamat datang di Gimana.in, Ajukan Pertanyaan dan biasanya terjawab dalam beberapa menit..
Pengguna Teraktif
bulan ini:
    Gute Mathe-Fragen - Bestes Mathe-Forum

    24,581 pertanyaan

    40,387 jawaban

    17 komentar

    19,680 pengguna

    ...